Faozan dan Harapan PDPM Lombok Barat di Golden Melon Kebon Ayu
- Feb 27, 2025
- Asta
- Berita Umum, Politik, Opini
Gerung, PDPMLobar.kim.id - Angin pagi berembus pelan di halaman Golden Melon, Desa Kebon Ayu. Matahari mulai condong ke tengah meninggalkan cahaya pagi yang jatuh di lantai balai pertemuan.
Para peserta berjejer rapi, sebagian menempati berugak. Dari barisan depan, M. Faozan menyapu pandangan ke seluruh ruang. Ia melihat wajah-wajah penuh harap, juga sesekali menangkap tatapan skeptis yang samar.
Sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lombok Barat, Faozan tidak asing dengan forum seperti ini. Ia datang membawa satu pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya: sejauh mana suara pemuda akan benar-benar didengar?
Di hadapan mereka, Wakil Ketua III DPRD Lombok Barat, TGH. Hardiyatullah, M.Pd., duduk dengan gestur yang tenang. "Reses ini adalah kesempatan untuk menjaring aspirasi rakyat" katanya.
"Saya akan selalu berjuang untuk kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan pemuda, termasuk dalam pengelolaan sampah yang bisa menjadi sumber daya baru," ujarnya dengan suara bulat.
Faozan mengangguk kecil. Pemuda harus menjadi bagian dari kebijakan, bukan sekadar penonton dari keputusan-keputusan yang dibuat tanpa mereka. Di benaknya, ia memikirkan kawan-kawannya—mereka yang di hari-hari biasa harus berjuang mencari kerja, atau yang terjebak dalam lingkaran ketidakpastian, antara ingin merantau atau bertahan dengan keadaan yang ada.
Saat sesi dialog dimulai, ia mengangkat tangan. Suaranya tenang, tetapi tegas. "Pemikiran pemuda harus diberdayakan dan diserap dalam regulasi, jadikan kami teman berpikir" katanya.
Bukan sekadar kata-kata, tapi harapan agar pemuda tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam menentukan arah kebijakan.
"Fungsikan otak kami. Pikiran kami butuh media. Jangan hanya sodorkan alat banjar dan soundsystem," tegasnya. (Ahmad Saleh Tabibuddin)