Menembus Pulau Terpencil, Program Sedekah Qurban BPKH Hadir Untuk Masyarakat Daerah Terpencil.
- May 30, 2026
- Rahman
- Berita Muhammadiyah, Lazismu, Sedekah, BPKH
PDPMLobar.kim.id, Sekotong, Lombok Barat – Senja perlahan menyelimuti perairan Sekotong dengan semburat warna keemasan yang memantul di permukaan laut. Di tengah perjalanan menuju pulau-pulau kecil yang tersebar di wilayah tersebut, semangat berbagi dan kepedulian menjadi energi utama dalam pelaksanaan Program Kemaslahatan Sedekah Qurban BPKH 1447 H/2026 M.
Wilayah Sekotong dikenal memiliki sejumlah pulau yang aksesnya tidak mudah dijangkau. Keterbatasan infrastruktur, transportasi, serta distribusi bahan pangan membuat sebagian masyarakat di daerah kepulauan masih menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kehadiran program Sedekah Qurban BPKH menjadi momentum yang sangat berarti bagi warga setempat.
Melalui program ini, daging qurban tidak hanya didistribusikan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan rasa kebersamaan. Tim relawan menyeberangi lautan untuk menjangkau rumah-rumah warga di Gili Gede dan pulau sekitarnya, menyerahkan paket daging qurban secara langsung kepada para penerima manfaat.
Sambutan hangat terlihat dari wajah anak-anak, para orang tua, hingga tokoh masyarakat yang menerima bantuan tersebut. Bagi sebagian warga, momen Iduladha menjadi kesempatan langka untuk menikmati daging qurban bersama keluarga. Kehadiran program ini pun membawa kebahagiaan tersendiri sekaligus mempererat tali silaturahmi antara para pekurban dan masyarakat penerima manfaat.
Lebih dari sekadar penyaluran daging, Program Sedekah Qurban BPKH menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Melalui langkah sederhana untuk menjangkau wilayah terpencil, program ini membuktikan bahwa kebermanfaatan dapat dirasakan hingga pelosok negeri.
Menjelang matahari terbenam, tersirat satu pesan penting bahwa qurban bukan hanya tentang berbagi hasil sembelihan, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat solidaritas kemanusiaan. Dari Sekotong, semangat berbagi itu terus mengalir, menyapa mereka yang selama ini berada jauh dari pusat keramaian, namun tetap dekat di hati.(rhm)